Sabtu, 18 Maret 2017

Dear Diary Public (revisi)

28 March 2016 – SENIN – 5:30 PM


     

    Boomerang berpindah dari mulut ke mulut. Tidak ada yang abadi.   Pada akhirnya kau berubahTidak ada alasan dan juga tidak ada ketulusan didalam hatimu. Membawa pergi semua termasuk cinta. Membawa pergi semua kenyamanan yang berlapis gula. Aku menjerit dan frustasi. Aku melampiaskan amarahku dengan pasangan lain. Jalan-jalan kosong dipenuhi dengan orang orang yang sendirian.    Tapi seperti sebuah lelucon, aku ditinggal sendirianAku akan menyembunyikan rasa sakit hatiku padamu. Tapi sebenarnya aku takut, aku ingin kembali tapi aku tidak memiliki tempat untuk pergi. Aku ingin mencintai, tapi tak ada satu orang pun untuk dicintai.
     Aku tidak merasa baik hari ini.    Selamat, kau sudah menemukan orang yang baru. Jika kau senang, itu yang aku inginkan.    Tapi aku terus marah? Aku tidak bisa menemukan orang lain. Aku tidak bisa menentukan, setiap hari aku masih bingung.    Kau terus muncul didepanku dengan menggandeng lengan nya.   Apa kau sedang bergurau dengan ku? Sepasang bunga mekar kotor dijalanan. Mengapa kau sangat bahagia, sementara aku tidak beruntung? Setiap jalan, aku mengunjungi dan memberitahu orang orang bahwa kalian berdua tidak melakukan dengan baik. 

Ayo mari kita melakukannya lagi menghibur lebih keras. Untuk merasakan kebebasan. Tidak ada yang berubah. Berjalan dengan caraku sendiri. Berpikir terlalu keras tanpa alasan dan berakhir melihatmu. Rasa gelisah datang. Apa aku mabuk? Aku tak yakin tapi ada yang salah. Apa aku sakit? Seluruh badanku bergetar. Garis yang kita gambar bersama sebagai sahabat. Hari ini aku bereaksi dahsyat dihadapanmu. Sejak aku merasa sangat canggung hari ini.  Kau mungkin tidak tau bagaimana perasaanku. Perasaan yang rumit ini. Kenapa aku seperti ini hari ini? Apa yang berbeda hari ini?
    Jika kau mencintainya, katakanlah “ya” dengan mantap.    Tapi mengapa kita menjadi seperti ini lagi? Apakah kau terus menerus ditipu? Ini membuatku tak nyaman lagi. Kau hanya berfikir tentang dirimu sendiri. Semuanya sama, tapi hanya aku dan kau yang berubah. Aku tau akhirnya akan segera datang. Aku memberimu cinta, tapi aku hanya mendapatkan bekas luka. Kemana saat saat yang baik itu pergi?
    Hanya dengan melihat orang yang membuat hatiku sakit.    Apakah kita canggung satu sama lain?     Tiba-tiba air mataku jatuh. Tapi aku bisa tersenyum seperti yang aku lakukan sebelumnya. Bahkan jika semua yang kumiliki adalah bekas luka.     Aku menghibur diriku sendiri dan mengatakan ‘tidak apa apa’ .

    Hari pertama kita bertemu. Aku memandangnya dari kejauhan kemudian berbalik. Jika aku memikirkan hal itu sekarang, aku merasa baikan sekarang. Apa kau mengingatnya? Aku selalu mengingat kenangan manis seseorang.
    Mengapa hari ini begitu berat dan melelahkan? Tinggal sendiri didalam kamar sambil memeluk bantal. Entah mengapa hari ini aku merasa kesepian. Aku harus bagaimana?
    Kau datang, kenangan juga datang padaku. Cinta yang kulupakan tiba-tiba mulai kurasakan. Hatiku masih tertinggal. Dengan daya tarikmu sendiri.
    Karena hatiku sakit, seperti bunga layu dalam angin yang dingin. Tanpa suara, seperti bintang dibalik awan. Dengan hati-hati aku melihat kembali kenangan. Dalam hati yang sakit dan cinta yang rumit. Masuk kedalam alunan kehidupan yang rumit.  Cinta yang sudah kukubur dalam dalam mungkin saja mudah meledak suatu saat nanti.     Meskipun berjauhan, kita memiliki kenangan yang sama. Sepertinya cintaku begitu menyedihkan.     Hanya memandang kearah dirimu lalu berbalik. Apakah kau dipenuhi oleh kenangan yang dingin? Bahkan jika aku menangis kau tak peduli.
Meskipun kita putus, aku hanya mengatakan ini sudah berakhir. Ini akan dimulai, aku akan menemukan jalan baru dan pergi.
    Seolah olah hatiku membeku. Aku menjadi kewalahan dengan diriku sendiri. Aku akan selalu tersenyum tepat disebelahmu.     Ini benar benar sulit bagiku untuk menanganinya.
     Jika waktu kembali, akankah kenangan itu akan terhapus? Ini keegoisanku. Hati ini tidak bisa dengan mudah menghilang. Jika aku kembali, bisakah aku bertahan seperti ini lagi? Ini adalah waktu dan pilihan yang sangat sulit. Bahkan jika rasa sakit hatiku terhenti dan derasan air mata yang dapat membutakan penglihatanku. Aku akan berusaha untuk membangunkan kembali hatiku yang sudah terhenti dengan waktu yang lama. Aku tau sejak kapan aku merasa seperti ini.    Bahkan jika kau mendorongku pergi, hatiku masih tau tentangmu. Bahkan jika kau melewatiku dan mengabaikanku itu tidak masalah bagiku.
    Aku tidak tahu bahwa kau akan mengisi hatiku seperti ini. Aku rasa ini adalah yang terakhirnya bagiku. Sebuah cinta yang kupertaruhkan dengan semua rasa sakit dan air mata. Sekarang aku tau, kesedihan yang ada pada diriku. Aku pikir tidak ada orang sepertimu diluar sana. Aku telah tersesat dibanyak hari.
    Aku melihatmu dengan senyum bahagia yang tak pernah aku lihat sebelumnya. Ada dunia kekosongan didalam hatiku. Aku ingin kembali dengan hari indahku. Kau tak berubah kau masih sama.         Katakan padaku, mengapa hatiku masih bergetar jika ada orang yang membicarakanmu?
Selama malam dimana malam itu pecah melalui airmataku. Atau hari dimana aku selalu tersenyum sepanjang hari. Waktu berjalan begitu cepat, iya ‘kan?      Sejak kapan kita mulai berfikir sama?   Aku bingung sekarang, apakah perasaanku yang sebenarnya sudah tersampaikan olehmu?
Kau tahu  bahwa aku sakit hati karena ulahmu. Melihat mu tersenyum itu membuatku lebih menyakitkan. Berapa banyak waktu yang aku habiskan untuk menangis? Meskipun ini menyakitkan.          Ini kesalahan terbesarku karena tidak mudah melupakanmu. Meskipun aku tau aku terluka, ini kesalahanku karena masih mempertahankanmu didalam hatiku.
Kau berpura pura menjadi baik.  Kau pikir kau sangat keren? Itu hanya apa yang kau pikirkan.
    Aku ingat hari terakhirku. Mengapa begitu menyakitkan? Ketika aku sedang berjuang dengan dunia asing. Dalam hatiku yang kacau. Kau membuatku menemukan rahasia tersembunyi. Ketika aku dalam kesulitan yang tidak ada habisnya. Kau selalu menarikku kembali kedalam dekapan hangatmu.
    Ada begitu banyak hal yang ingin kukatakan. Aku bukan seseorang yang mudah jatuh cinta kepada seseorang yang aku lihat. Setelah cinta ini, aku tidak tau apa yang akan kulakukan selanjutnya. Bahkan perpisahan yang menyakitkan. Aku tidak ingin membicarakan hal itu.
    Dia meninggalkanku. Dan aku tidak bisa melakukan apa-apa. Seperti orang bodoh. Aku hanya memandangnya dari kejauhan ditempat persembunyian yang tak terlihat. Bagaimana denganmu? Aku harus melupakanmu, tapi itu tidak mudah. Mengapa aku tidak tahu? Tentang berat kesedihan yang datang dan kau memutuskan begini?
    Kenangan manis terulang lagi.      Ketika aku bangun lebih pagi dan memberimu panggilan pagi yang manis. Kita berpura pura tidak punya perasaan. Aku memperkenalkanmu sebagai teman yang menyenangkan. Setelah mengakuinya. Aku menyesal pada diriku sendiri. Aku merasakan sesuatu yang aneh. Kau seperti cinta yang kuno yang harus dipajang didalam meseum.


Ini sedikit ulasan tentang masalah yang lagi susah banget dicerna. Ulasan keluhan aja sih. Berasa beban anak SMA tuh banyak banget yaa. Tersumber dari beberapa lirik lagu jugaa yang pas banget ngena dihati. Hahahha.. Gimana? Udah bisa jadi calon penulis belum? 
Kalo ada masalah suka nya dicurahin lewat tulisan. Lebih adem :) 

Thanks for reading MY READERS :) 

0 komentar:

Posting Komentar